Sabtu, 27 Juni 2015

Tugas Softskill 3

The term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.
            In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.

            Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (taken from A Rapid Course in English for Student of Economics by Tom McArthur).


The questions and answers of number 5 and 6

5. Why the price inevitably fluctuate?
    Answer: The price inevitably fluctuate because infree market the price influenced by current supply and demand and also because seller that dominate the market and seller determine the price

6. In what condition is a market created?
    Answer:  Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents.


NAMA            : IBNU FAJRI HUDA FOFANA
NPM               : 23212522
KELAS           : 3EB10

Nama anggota kelompok :
1.      ade muhammad syarif             ( 20212129)
2.      ibnu fajri huda fofana             (23212522)
3.      leonardo gustav primadi         (24212180)
4.      muhamad diqi                         (24212778)
5.      muhamad farid rifki                (24212941)
6.      tezarianto wibowo                  (27212344)

Kamis, 07 Mei 2015

AUDIT SISTEM MANAJEMEN KUALITAS MUTU PADA PT XXX

No                          : 027/KAP/V/2015
Lampiran             : 3 Eksemplar
Perihal                  : Laporan Hasil Audit Manajemen
Kepada
Yth, Direktur PT XXX
Di Jakarta
Kami telah melakukan audit atas Pengelolaan Sistem Kualitas Mutu pada PT XXX untuk periode 2014/2015. Audit kami tidak dimaksud untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang pengelolaan Sistem Iso 9001:2008 yang dimiliki perusahaan. Audit tersebut dimaksud untuk menilai kefektifitas, efisisensi dan ekonomisasi. Pengelolalaan Sistem Iso 9001:2008 yang dilakukan dan diterapkan serta memberikan saran perbaikan atas kelemahan serta memberikan masuskan untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik, sehingga diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat peroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan lebih efektif dalam mencapai tujuannya
Hasil audit yang telah kami lakukan, kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi :
BAB I                     : Informasi latar belakang
BAB II                    : kesimpulan auidt yang mendukung dengan temuan audit
BAB III                   : Rekomendasi
BAB IV                  :   ruang lingkup audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.
Kantor Akuntan Publik
Justina Elvida H dan Ibnu Fajri H
BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG
PT XXX (selajutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Jakarta, didirikan pada bulan Agustus 1997 oleh:
  1. xxx
Tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk memproduksi surat atau dokumen perijinan. Secara keseluruhan proses produksi surat atau dokumen perijinan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
  1. penerimaan dokumen yang perlu dikerjakan dari klien
  2. Proses pengerjanya
  3. Proses kualiti control jika produk telah selesai dikerjakan
  4. Proses pengiriman kepada klien
Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Direktur                                                          : xxx
Wakil Presiden Direktur                              : xxx
Manager Quality Assurance                      : xxx
Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.Menilai efisiensi dan efektivitas penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX
2.Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 yang ditemukan.
Bab II
Kesimpulan Audit
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
  1. Tinjauan ulang pada setiap kinerja kegiatan karyawan kurang.
  2. Produk yang sudah jadi siap kirim kurang rapi dalam pembungkusnya.
Kriteria:
  1. Seharusnya dalam perusahaan harus ada tinjauan ulang mengenai kinerja serta kegiatan karyawan
  2. Produk yang sudah jadi seharunya di bungkus dalam map coklat setelah itu dibungkus kembali dengan plastic agar aman dan tidak terkena hujan.
Penyebab:
  1. Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya Admin.
  2. Kurang tersedianya plastic untuk membungkus produk yang sudah jadi agar tidak kebasahan dalam perjalanan mengantar.
  3. Sedikit mengalami kesalahan karna setiap produk yang sudah jadi sebelum dikirim selalu ada quality control.
Akibat:
  • Terjadi pengerjaan ulang dan penambahan beban oprasi perusahaan
  • Produk yang siap dan sedang menuju tempat klien basah atau punrusak selama perjalanan
Pejabat yang bertanggung jawab:
  • Direksi
  • Kepala bagian manajemen
DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT
No.KondisiKriteriaPenyebabAkibat
1.Tinjauan ulang pada setiap kinerja kegiatan karyawan kurang.
Produk yang sudah jadi siap kirim kurang rapi dalam membungkusnya.
Terjadi pengerjaan ulang dan penambahan beban oprasiBelum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya Admin.
Kurang tersedianya plastic untuk membungkus produk yang sudah jadi agar tidak kebasahan dalam perjalanan mengantar.
.
Terjadi pengerjaan ulang dan penambahan beban opras. Dan membuat klien kita tidak mempercayainya
Bab III
Rekomendasi
Hasil audit yang dilakukan menemukan ada kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini yaitu:
  1. Kelemahan yang terjadi karena belum adanya pelatihan ISO 9001 terhadap karyawan khususnya Admin dalam menajalankan ISO 9001 yang dimiliki perusahaan.
  2. Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
  1. Perusahaan harus mengadakan pelatihan kepada karyawan khususnya karyawan yang mengerjakan pekerjaan langsung, mengenai ISO 9001, sehingga semua karyawan mampu memahami pentingnya prosedur atau SOP dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.
  2. Seharusnya perusahaan lebih rapi dalam melakukan packaging produk karena dengan begitu loyalitas pelanggan dengan perusahaan akan menambah.
  3. Tinjauan ulang pada setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan penting karena dengan ada tinjauan ulang perusahaan bisa lebih mengontrol karyawan.
  4. Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada perusahaan di masa yang akan datang.
Bab IV
Ruang Lingkup Audit
Sesuai dengan penugasan yang kami tulis, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode 2015. Audit kami mancakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen kualitas, manajemen produksi dan aktivitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 itu sendiri.

Kamis, 30 April 2015

AFFIRMATIVE AND NEGATIVE AGREEMENT


Nama    : Ibnu Fajri Huda Fofana

Kelas     : 3EB10
NPM      : 23212522


Affirmative Agreement
Untuk menghilangkan pengulangan kata pada suatu kalimat kita bisa menggunakan kata “so”atau “too”. Ada perbedaan pada susunan kalimatnya ketika menggunaan kata “so” dan “too”. Silahkan perhatikan rumus berikut:
Ketika hanya ada “to be” pada klausa utama (main clause), maka tenses yang sama dari “to be” digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     I am hungry = I am hungry, and you are too.
2.    You are hungry = I am hungry, and so are you.

Affirmative statement (to be) + and + Subject + to be + too
                          So + to be + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     Their plane is arriving at 7 o’clock, and so is mine.
2.    I am sick, and He is too.
3.    Our class is clean, and so are theirs.
4.    Bella is beautiful, and her sister is too.
5.    My hand writing is bad, and so are you.

Ketika hanya ada kata kerja bantu (auxiliary verb), contohnya: will, should, has, have, must, etc pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu nya (auxiliary verb) juga digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     He has seen her plays = He has seen her plays, and the girls have too.
2.    The girls have seen her plays = He has seen her plays, and so have the girls.

Affirmative statement + and +  Subject + auxiliary verb only + too
       (auxiliary verb  So + auxiliary verb only + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     They will go at noon, and she will too.
2.    He has an early appointment, and so have I.
3.    They have written their lyrics, and so have we.
4.    Richard has lived in Cuba for five years, and they have too.
5.    I should finish the report, and she should too.

Ketika hanya ada kata kerja (verb) tanpa auxiliary verb pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu do, does, atau did digunakan pada klausa kedua (second clause) dan tenses nya harus sama.
Contohnya:
1.     We go to school = We go to school, and my brother does too.
2.    My brother goes to school = We go to school, and so does my brother.

Affirmative statement + and + Subject + (do, does, did) + too
(single verb except ”to be”) So + (do, does, did) + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     We want to buy a fountain, and she does too.
2.    My mother likes traveling, and so do their mother.
3.    My brother invites him to the party, and my sister does too.
4.    They wrote a good poem, and so did he.
5.    Fred cooked fried rice for his breakfast, and Tina did too.

Negative Agreement
“Either” dan “neither” memiliki fungsi yang sama seperti kata “too” dan “so” pada klausa kedua (second clause) dalam kalimat positif (affirmative sentence/ agreement). Kata “Either”dan “neither” ini digunakan untuk mengindikasikan kalimat negative (negative sentence/ agreement). Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan “to be”, “auxiliary verb” (kata kerja bantu), dan “verb” (kata kerja).
Contohnya:
1.  I didn’t go to the mosque yesterday, and Ali didn’t either.
2.  I didn’t go to the mosque yesterday, and neither did Ali.

Negative statement + and + Subject + negative auxiliary or “to be” + either
  Neither + positive auxiliary or “to be” + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
2.    We can’t study in the library, and he can’t either.
3.    You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.
4.    My brother won’t accept my father’s decision, and my sister won’t either.
5.    He doesn’t know the answer, and neither does she.


 Tugas Kelompok
1.       Rob lives in the dorm, (jim) does too / so does him
2.       I don’t live in the dorm and (card) don’t either / neither do him

Anggota Kelompok
1.       Ade Muhammad Syarif
2.       Ibnu Fajri H. F
3.       Leonardo Gustav P
4.       Muhamad Diqi S
5.       Muhammad Farid Rifki
6.       Tezarianto W

Sumber :
http://bahasainggrisonandNegativeAgreement013/04/elliptical-constructions.html
http://elsadenovia.blogspot.com/2014/05/affirmative-agreement-and-negative.html

Minggu, 29 Maret 2015

Easy Answering Problem Toefl Vocabulary or Sentence


Easy  Answering  Problem Toefl  Vocabulary or Sentence


 1. Kalimat terbagi 4 keterangan yaitu :
-Subject
-Predicate
-Object
-Compliment (adv / adj)

2. Here are some examples of questions to answer about toefl  a sentence or word :
She is  Playing Game Now

3. Is the above sentence is correct ? The sentence above is false. Should be written :
»  She    is          Playing        Game      Now

       S   to be            P                  O       ADJ OF TIME

4. That sentence is  present contious tense -> S + to be + V-ing + O
Arizona have a very dry climate

5. Is the above sentence is correct ? The sentence above is false. Should be written :
» Arizona has a very dry climate

           S               P                O

The sentence above is correct because Arizona is a singular word followed by the word has


6. The first steamship to across the atlantic were the savanna in 1819

This sentence are wrong, because words WERE should be written WAS.

Correct sentence is :
» The first steamship to across the atlantic was the savanna in 1819.

                S                                   P                    O

7. The first Steamship to across the atlantic including singular word , a sentence seen from the year 1819 is already past .
My friend, Haris is attending the meeting.

                     S                       P                     O

The sentence above is true because the subject of ongoing events followed by V + ing .


Rabu, 11 Februari 2015

KEBIJAKAN PELARANGAN TARIF TIKET PESAWAT MURAH

KEBIJAKAN PELARANGAN TARIF TIKET PESAWAT MURAH

Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan Kementerian Perhubungan menetapkan harga tiket terendah pesawat yang boleh dijual maskapai penerbangan minimal 40 persen dari harga tiket batas atas dipertanyakan Anne Graham, Ahli Penerbangan dari Westminster University, Inggris.
Menurut Graham, penjualan tiket dengan harga murah yang umumnya dilakukan oleh maskapai low cost carrier (LCC) selama ini selalu bisa menyesuaikan harga tiket murah dengan aturan keselamatan penerbangan yang ketat.
"Di Eropa, catatan keselamatan LCC sangat baik. Tidak ada kaitan antara tiket murah dan lemahnya keselamatan penerbangan," kata Graham pada acara seminar ASEAN Open Sky di Graha Angkasa I, Jakarta, Senin (12/1) dikutip dari detikfinance.
Menurut Graham, tingkat keselamatan penerbangan maskapai LCC di Eropa dan Amerika Serikat sangat tinggi. Maskapai yang menyediakan layanan penerbangan no frills tersebut bisa menjual tiket murah karena pemerintah atau regulator tidak ikut campur dalam pengaturan tarif penerbangan.
Graham menjelaskan inovasi yang dilakukan maskapai LCC untuk bisa menciptakan harga tiket murah dipastikan tidak mengurangi aspek keselamatan penerbangan mengingat persaingan yang ketat dalam memperebutkan penumpang.
“Tingkat permintaan perjalanan bisnis dan wisata di Amerika Serikat dan Eropa sangat tinggi. Oleh karena itu dua benua tersebut menjadi awal tumbuhnya maskapai LCC. Maskapai jenis ini mampu menarik banyak penumpang dan menciptakan traffic baru,” kata Graham.
Optimalkan Utilisasi Pesawat
Menurutnya yang dilakukan maskapai LCC untuk bisa menjual murah tiket bukan dengan mengorbankan biaya perawatan pesawat. Namun salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan pesawat.
“LCC memanfaatkan pesawat dengan maksimal. Mereka juga meminimalkan penggunakan tipe pesawat dengan hanya memakai satu jenis pesawat. Di Eropa, tarif bandara khusus LCC juga tidak mahal,” sebutnya.

Sumber :


Efektifkah Penutupan Jalan Protokol di Jakarta?

Efektifkah Penutupan Jalan Protokol di Jakarta?


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menilai larangan sepeda motor melintas Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat Jakarta, tidak efektif dan diskriminatif.

Ketua KPBB Ahmad Safrudin di Jakarta, Kamis, mengatakan selain masih ada jalur alternatif yang sejajar dengan dua jalan protokol tersebut yang bisa digunakan pengendara sepeda motor, aturan tersebut juga dinilai tidak adil terhadap kendaraan jenis lain.

"Masih ada jalur alternatif yang sejajar dengan Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat, yaitu Jalan Fachruddin lanjut ke Jalan Tanah Abang Timur. Artinya, pengguna sepeda motor tidak beralih ke angkutan umum melainkan mencari jalan alternatif," kata Ahmad Safrudin.
Pria yang kerap disapa Puput itu menuturkan, meski larangan tersebut dinilai tak akan efektif menyelesaikan masalah kemacetan dan pemborosan BBM, tetapi aturan itu paling tidak bisa mengurangi kesemrawutan lalu lintas di jalan protokol.

"Tetapi tetap tidak menyelesaikan masalah kemacetan dan pemborosan BBM. Lengangnya jalan akibat tidak ada sepeda motor dengan cepat akan diisi oleh kendaraan pribadi," katanya.
Menurut Puput, salah satu solusi adil yang bisa diterapkan adalah dengan menetapkan zona emisi rendah atau "low zone emission". Aturan tersebut dilakukan dengan menetapkan bahwa hanya kendaraan yang lolos uji emisi dan dengan emisi karbondioksida (CO2) di bawah 120 gram per kilometer saja yang boleh melintas di area tersebut.

"Untuk itu, jangan hanya sepeda motor, tetapi kendaraan yang tak lolos uji emisi dan emisi CO2 lebih dari 120 gram per kilometer harus dilarang. Itu baru efektif dan tidak diskriminatif," tegasnya.
Padahal, menurut Puput, jika zona emisi rendah diterapkan, ada potensi efisiensi pemakaian BBM hingga 30 persen.
"Dengan demikian, emisi juga bisa dipangkas 30 persen," ujarnya.

sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/11/21/nfd0lx-sepeda-motor-dilarang-melintas-di-jalan-thamrin-kebijakan-diskriminatif

KPK vs POLRI, akankah menjadi Cicak vs Buaya Part II ?

KPK vs POLRI, akankah menjadi Cicak vs Buaya Part II ?

Sosial Kontrol (social control) biasanya diartikan sebagai suatu proses, baik yang direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi sistim kaidah dan nilai yang berlaku.
Selanjutnya, dapat berwujud berupa pemidanaan, konpensasi, terapi maupun konsiliasi. Yang mempunyai standar/patokan adalah larangan yang apabila dilanggar mengakibatkan penderitaan (sangsi negative) bagi pelanggarnya. (Ref. 2 ; Sosiologi Hukum, Prof.Dr. H. Zainuddin Ali, M.A., Sinar Grafika, Cetakan pertama - Maret 2006 ; hal 22)

Fungsi hukum dimaksud adalah “penerapan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok itu”.

Adapun pengertian dimaksud adalah benar dan kini telah terjadi di masyarakat kita. Dimana kelompok masyarakat sedemikian rupa melakukan ”pembangkangan” atas tindakan dan upaya yang sedang dilakukan oleh Kepolisian RI dalam rangka penyelidikan maupun penyidikan terhadap Lembaga KPK. Dan wujud dari itu semakin deras diupayakan kelompok masyarakat dikarenakan Pimpinan Kepolisian menyebut dengan istilah : Cicak (KPK) vs Buaya (Kepolisian RI).

Masyarakat marah karena Kepolisian menyatakan diri sebagai Buaya yang akan memakan Cicak yang kecil ? Jelas marah dan keberatan !! Bahkan karena pernyataan itu pula maka masyarakat semakin terbuka “unek-uneknya” melihat lembaga Kepolisian yang dikenal sangat korup dan arogan.

Kenapa korup dan arogan ? Karena masyarakat apabila berurusan dengan Kepolisian selalu dipersulit dengan istilah “segala sesuatu bisa diatur” dengan uang. Sedangkan ketidakadilan dapat dilihat dengan adanya proses penyidikan dan penyelidikan yang berbeda. Perbedaan dapat dilihat dari perbedaan sosial ekonomi orang yang bermasalah, yaitu di tingkat penyidikan maupun penyelidikan (Kepolisian) apabila yang mengalami persoalan hukum itu orang mampu selalu tidak ada masalah. Tetapi apabila yang mengalami masalah orang kecil selalu dipersulit. Keadaan ini jelas seperti adanya ketidak seimbangan maupun perbedaan perlakuan dan atau desebut diskriminasi hukum.

Disebut arogan karena klaim adanya ketindakadilan dan tindak perbuatan Kepolisian yang menekan atau memaksa dan atau memberlakukan prosedur seperti aturan yang ada hanya terhadap orang kecil saja (orang yang tidak mampu). Misalnya pemukulan atau penganiayaan sehingga mendapatkan bukti adanya pengakuan tersangka.

Ketidakadilan yang terjadi itu dirasakan dan dialami masyarakat kecil. Contoh yang terjadi adalah kasus Prita vs RS Omni atau kasus pencurian 3 buah coklat maupun kasus pencurian 1 buah semangka.

Selanjutnya apakah asas kepastian hukum harus dikesampingkan saja dengan melihat perubahan masyarakat kini yaitu dengan pengertian “keadilan” ? Memang Asas Kepastian Hukum, Keadilan dan Persamaan Hak belum dapat berjalan beriringan dalam penerapan hukum di Indonesia. 

Sumber : http://s2hukum.blogspot.com/2010/01/kpk-vs-polri-atau-cicak-melawan-buaya.html